Showing posts with label Otomotif. Show all posts
Showing posts with label Otomotif. Show all posts

Monday, November 24, 2014

Wuih… Mitsubishi Mirage bisa Terbang!



Pereli nasional Subhan Aksa dan Co-driver Hade Mboi yang mengendarai Mitsubishi Mirage tampil sebagai juara dalam Kejurnas Sprint Rally 2014  seri 4 Kelas N-15 di perkebunan Lonsum, Rambong Sialang, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu (23/11). 
Mirage bermesin 1.200 cc yang dikendarai Subhan berhasil mencatatkan waktu 13 menit 50 detik, unggul dari kedua pesaingnya, yang bermesin 1.500cc. Meski bermesin kecil, Mirage bisa digeber hingga terbang. Kelas N-15 sendiri adalah salah satu dari 8 kelas yang dilombakan.

Tuesday, November 11, 2014

Si Sexy Sport Coupe Lexus RC F



Sebagai Sports Coupe, Lexus RC F menitikberatkan poin-poin produknya dengan merespon karakteristik keinginan kalangan pecinta performa yang ada di Indonesia. Lexus RC F memiliki jantung pacu anyar yang dikembangkan ulang agar sesuai dengan karakter RC F. Performa dan kestablian RC F ditujukan untuk memberikan kesenangan dalam berkendara. Para teknisi Lexus berhasil menciptakan sebuah Sports Coupe yang nyaman dikemudikan sehari-hari namun memiliki DNA race-ready.

Monday, November 3, 2014

Pameran Otomotif Surabaya Capai Transaksi Rp 318,7 Miliar



Pameran Otomotif Surabaya (POS 2014) resmi berakhir Minggu (2/11). Penutupan ditandai dengan digelarnya Malam Penganugerahan POS 2014. Salah satu yang ditunggu adalah pengumuman Visitor’s Choice untuk kategori Favorite Passenger Car, Favorite Heavy Commercial Car, Favorite Stand, dan Favorite Female Presenter.

Monday, October 1, 2012

Toyota FT86, Mobil Terfavorit IIMS 2012

Dari sekian banyak mobil yang tampil di The 20th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012, Toyota FT86 terpilih sebagai mobil terfavorit pilihan pengunjung dengan poin 4,02 persen. Mobil terpaforit ke-dua dan ke-tiga ditempati Honda Brio (3,75 persen) dan Mazda Biante (3,02 persen). Penobatan ini dilakukan dalam acara Closing Ceremony IIMS 2012 di Ruang Semeru, Gedung Pusat Niaga JIExpo, Sabtu, 29 September 2012. 
 
Toyota FT86 secara resmi dipasarkan di Indonesia sejak 4 Juni 2012. Mobil sport dua pintu yang juga dikenal sebagai “Hachi-Roku” (86 dalam bahasa Jepang) menggunakan mesin boxer tipe 4U-GSE berkapasitas 1.998 cc dengan teknologi yang disebut Toyota D-4S (direct injection 4-srtoke gasoline superior). 
 
Mesin itu mampu menghasilkan tenaga 200 PS pada 7.000 rpm dan torsi 205 Nm pada 6.400 rpm. Tenaga itu kemudian disalurkan ke roda belakang melalui transmisi 6-percepatan manual dan otomatis. Ciri khas mobil sport kompak ini, titik gravitas yang rendah, hanya 460 mm. Hal ini bisa diperoleh karena kontruksi mesin mesin boxer yang harisontal.

Dari sisi tampilan, FT86 tergolong mobil yang seksi. Bagian depan didesain rendah, ciri khas mobil sport berkecepatan tinggi, dengan sepasang lampu HID Projector. Di bagian belakang, dua pasang knalpot dipadu spoiler duck tail mempertegas FT86 sebagai mobil agresif. 
 
Di bagian interior, aura balap terlihat dari pengguaan lingkat kemudi berdiameter kecil. Suasana kokpoit mobil makin terasa karena FT86 dilengkapi dengan paddle shift, cruise control, panel digital dan analog untuk speedometer serta tachometer.

Sunday, September 30, 2012

16 Tahun IIMS, Dari JCC ke JIExpo

Perkembangan industri otomotif di Indonesia tentunya tidak terlepas dari kiprah Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), asosiasi yang menaungi Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia.
Sebagai organisasi otomotif terbesar di tanah air, Gaikindo memiliki visi untuk menjadi organisasi otomotif kelas dunia, profesional dan independen, dan berperan aktif sebagai mitra sejajar pemerintah dalam mengembangkan industri otomotif Indonesia agar bisa bersaing di pasar internasional. Guna mengejar visi itu, Gaikindo mengusung misi untuk meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia di pasar global. Usaha serius pelaku industri otomotif tanah air yang berkesinambungan nyatanya bisa terbukti.

Sunday, September 2, 2012

Belgian GP2 Feature Race: Start dari Belakang, Rio Finish di Posisi 10!

Luar biasa perjuangan Rio Haryanto di feature race GP2 di sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia, Sabtu, 1 September 2012. Start dari posisi paling belakang, rookie yang tergabung dalam tim Pertamina GP2- Carlin finish di posisi 10 dan berhak mendapatkan tambahan 1 poin. Pada balapan feature race di sirkuit sepanjang 7.004 meter ini sebenarnya Rio memulai balapan dari pole position setelah mencatat waktu tercepat di babak kualifikasi sehari sebelumnya.

Tuesday, July 24, 2012

Sprint Race GP2 Hockenheim: Terhalang Tabrakan, Rio Finish ke-11


Rio Haryanto, pebalap andalan Pertamina GP2 Team yang membela tim Marussia Carlin gagal menambah angka setelah hanya finish di posisi ke-11 pada Sprint race, Minggu, 22 Juli 2012 di sirkuit Hockenheimring, Jerman. Capaian ini lebih baik dibanding hasil Feature race yang finish di posisi ke-17. 

Sirkuit Hockenheimring merupakan tipikal sitkuit berkarakter cepat, dengan panjang lintasan 4,574 km.  Rio mengawali Sprint race dengan start lancar, namun sempat nyaris terlibat dalam insiden, yang telah mengakibatkan rekan setimnya, Max Chilton keluar lomba saat bertabrakan dengan Tom Dillman. Posisinya melorot ke-18 di lap pertama. Upaya untuk memperbaiki posisi langsung ia mulai setelah safety car keluar, dan pada lap ke 4, Rio sukses menyalip Canamasas untuk naik ke posisi 16.

Sunday, July 22, 2012

Unfortunate Day for Rio


Pembalap Indonesia yang berlaga di GP2, Rio Haryanto, mendapatkan hasil kurang memuaskan di feature race seri ke-8 di Hockenheimring, Jerman, Sabtu, 21 Juli 2012. Sart dari posisi 19, Rio harus puas finish di poisi ke-17.

Balapan di sirkuit sepanjang 4,574 km dengan total  38 putaran ini awalnya berlangsung dalam kondisi lintasan basah. Hujan yang mengguyur beberapa saat sebelumnya masih menyisakan genaran air hampir di seluruh permukaan lintasan.

Saturday, July 21, 2012

Kolektor Motor Klasik, Nostalgia ”Kebablasan”


Motor buatan tahun 1975, tapi penampilannya bak seperti baru keluar dari showroom. Ngga percaya? Itulah yang membuat Honda S90Z milik Yudi Afrandi Arief seharga mobil baru. Bagi sebagian orang, motor tua mungkin dianggap besi tua alias rongsokan. Jangankan untuk merawat dan menyimpannya sebagai koleksi, sekadar melirik pun tau mau.

Di tangan penggila motor klasik, besi rongsokan itu bisa disulap seperti baru. Lihat saja, sekitar 20-an motor tua milik Yudi ini. Penampilannya tak kalah dibandingkan motor baru. Itu baru penampilannya, kalau dihitung dengan rupiah, satu motor tua Yudi bisa seharga 5 atau 10 motor baru! Bahkan, tipe S190Z buatan 1975 itu kalau dirupiahkan setara dengan harga mobil tahun 1990-an. ”Banyak yang ingin beli, tapi maaf, tidak dijual,” kata Yudi.

Hobi membangun motor tua diawali Yudi sejak masih dibangku kuliah. Itu pun lebih pada nostalgia mengingat mendiang orang tuanya pernah menggunakan Honda S190Z sebagai kendaraan operasional dan Yudi kecil pun sering berkendara menggunakan Honda S190Z. Tahun 1999, akhirnya Yudi menemukan Honda S190Z warna orange, motor ini sama persis dengan motor yang digunakan kedua orang tuanya dulu. Dari nostalgia inilah koleksi motor klasik Yudi kini sekitar 20-an unit!

Selain nostalgia masa kecil, Honda S190Z juga dipandangnya sebagai motor klasik yang memiliki seni tinggi. Ia tertarik karena sebagian besar body-nya terbuat dari besi, bentuk desainnya yang beda (eksotis) dari motor tahun muda. Selain itu, faktor lingkungan di tempat kuliahnya dulu di Purwokerto juga sangat mendukung, banyak rekan-rekannya yang hilir mudik menggunakan motor tua segala merk.

Motor klasik pertama yang dimilikinya adalah Honda tipe S90Z tahun 1970 warna orange. Bagi Yudi, motor ini memiliki kenangan yang tidak bakal dia lupakan seumur hidupnya. Pasalnya, mendian orang tuanya dulu pernah menggunakan sepeda motor sejenis sebagai kendaraan operasional. Dan yang special dari motor ini adalah warnanya yang orange, karena warna ini jarang (paling banyak yang beredar adalah merah dan biru) dan motor ini merupakan generasi pertama dari Seri S90Z yang masih impor dari Jepang (CBU). ASTRA baru memproduksinya pertama kali pada tahun 1971 yang terkenal dengan Honda Astra.

Menurut Yudi, Honda S90Z dibekali mesin single piston yang tangguh. Mesin tipe ini sudah mulai digunakan sejak tipe S90 tahun 1965 hingga 1975. Jadi selama 10 tahun mesin ini cukup dipercaya sebagai motor penggerak untuk tipe S, CD, CL dan CT 90.

Motor S90Z orange ini didapatnya di Jakarta dari pemilik pertama seorang pensiunan pegawai pemerintahan. Ketika pertama kali ditemukan, kondisinnya sudah bertahun-tahun tidak digunakan alias digudangkan. Informasinya didapat dari milist komunitas motor klasik, classic-motorcycle.org. Dari informasi inilah sang pemilik berniat menjual S90Z orange karena ingin pindah tempat tinggal. “Tanpa pikir panjang lagi saya langsung tertarik. Ya karena sejarah masa kecil saya dan juga warna orange-nya,” ungkap Yudi yang mengaku tanpa melihat kondisi fisik motornya.

Yudi yang berprofesi sebagai karyawan swasta di salah satu perusahaan ternama di jakarta ini termasuk beruntung bisa mendapatkan motor itu. Sebab, dari anggota komunitas motor klasik, ternyata banyak juga yang mengincarnya. Buktinya, setelah transaksi pembelian dilakukan, banyak penggila motor klasik meneleponnya. “Banyak yang bertanya apakah motor itu dijual lagi, tapi saya jawab kalau motornya tidak dijual,” kata Yudi.

Hati Yudi semakin berbunga ketika melihat fisik motor impiannya. Bisa dikatakan kondisinya 90%, misalnya untuk kelengkapan body part asli bawaan motor itu dan mulailah mebangun motor tersebut kembali seperti masa kejayaanya dulu.

Menurut Yudi, untuk memulai membangun motor itu tidak begitu sulit, karena kondisi saat barang tersebut diterima masih terhitung lengkap dan masih dalam kondisi bagus dan terawat walau lama tidak digunakan. Dimulai dengan mengganti beberapa body part yang sudah usang atau tidak sesuai kondisi aslinya guna mempermanis tampilan sesuai keadaan aslinya dengan tetap mempertahankan warna aslinya, orange.

Diikuti dengan menghidupkan mesin dan surat-surat kendaraan. Pada saat itu spare part asli masih mudah didapat dengan harga yang terjangkau. Seiring bertambahnya waktu dan semakin orang yang ingin memiliki motor classic, maka spare part tersebut semakin sulit ditemukan di toko-toko lama yang menjual onderdil kendaraan bermotor khususnya roda 2.

Hingga kini, koleksi motor klasik Yudi sudak mencapai sekitar 20-an unit. Satu yang menurutnya menjadi koleksi paling disayangi adalah Honda CB125SS buatan tahun 1960. Motor ini ia anggap spesial dilihat dari basis mesinnya yang twin port kemudian Label SS (Super Sport). Yang membuat motor ini lebih berharga adalah motor ini merupakan produksi khusus dan dokumen surat motor ini masih lengkap sehingga bisa mengetahui sejarahnya masuk ke Indonesia dari Jepang. “Dari sini jelas. Motor ini sangat jarang, bahkan langka untuk merk Honda berdasarkan dokumen impor (CBU) langsung tanpa distributor,” ungkap Yudi.

CB125SS didapat Yudi pada saat Jambore Nasional Motor Klasik di Yogyakarta yang berbarengan dengan acara parade 100 tahun kebangkitan nasional. Peristiwa ini diwarnai dengan tragedi kecelakaan yang dialami aktor nasional Sophan Sopihian.  Motor ini dibelinya dengan harga yang masih terbilang relative murah pada saat itu jika dilihat dari bentuk serta konfigurasi mesin yang cenderung untuk keperluan balapan. Padahal, jika melihat spesifikasi dan sejarah motor itu, harganya bisa selangit! Kondisi fisik motor ini saat dilihatnya pertama kali masih lumayan lengkap. Hanya saja, besinya sudah rapuh digerogoti karat. ”Mesinnya mati. Jadi kalau orang bilang, beli rongsokan dan kertas akte silsilahnya,” ujar Yudi.

Untuk menghidupkan motor ini, Yudi  mebutuhkan waktu sekitar 1 setengah tahun. Lumayan lama karena sparepart asli motor ini sulit dicari. Apalagi motor ini tidak masuk ke Indonesia. Solusinya, belanja melalui internet (ebay) dan bersabar mencari jeroan mesin yang sama digunakan oleh motor lain (kanibal) hingga motor itu bisa hidup kembali.

Meski koleksinya sudah puluhan, Yudi mengaku masih memiliki motor impian untuk dimiliki, yakni Honda CP77 Dream. ”Sesuai dengan namanya motor ini hanya menjadi impian bagi saya, karena sejarahnya motor ini hanya masuk ke Indonesia sebagai kendaraan PATWAL instansi militer di Indonesia,” ungkap Yudi.

Abrakadabra... Motor Rongsokan Jadi Baru!!!


Anda punya motor atau mobil tua yang sudah karatan atau bahkan nyaris tak berbentuk lagi? Jangan buru-buru “dikiloin” ke pemulung! Apalagi kalau motor itu punya nilai sejarah tinggi atau tipe klasik yang bernilai.

Jika ditangani (restorasi) dengan benar, kendaraan rongsokan itu bisa menjadi seperti baru seperti yang ditunjukkan spesialis restorasi mobil dan motor, mastomcustom ini. Di tangan mastomcustom yang aktif sejak 2005 ini, sepeda motor maupun mobil tua disulap menjadi baru, nyaris seperti baru keluar dari pabrik.

Jelang Mudik, Toyota Gelar Pre-Holiday Campaign 2012

Toyota kembali menggelar pre-holiday campaign guna menyambut libur lebaran Idul Fitri 1433 H bagi para pelanggan setianya. Tahun ini, program akan berlangsung pada 16 Juli – 4 Agustus 2012 di seluruh jaringan bengkel resmi Toyota di Indonesia.

General Manager Corporate Planning and Public Relation PT Toyota Astra Motor, Widyawati Soedigdo mengatakan melalui program ini, para pelanggan diharapkan dapat mempersiapkan kendaraannya dalam kondisi prima, sehingga perjalanan mudik ke kampung halaman dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Menghadapi kondisi dan situasi perjalanan yang semakin menantang pada saat mudik Lebaran, maka sangat disarankan kepada pelanggan untuk melakukan servis ke bengkel resmi Toyota jauh-jauh hari sebelum perjalanan mudik,” kata Widyawati dalam keterangannya Senin, 16 Juli 2012.

Feature Race GP2 Hockenheim: Strategi Pit Buruk, Rio Gagal Tambah Poin


Hasil mengecewakan diraih Rio Haryanto di feature race putaran ke-8 GP2 di Hockenheim, Jerman, Sabtu, 21 Juli 2012. Memulai dari posisi start ke-19, pebalap Indonesia Rio Haryanto, harus puas finish di urutan ke 17. Kondisi lintasan basah di lima lap awal dan berubah kering setelahnya membuat balapan sedikit kacau, terutama ketika hampir seluruh pebalap masuk pit stop untuk mengganti ban basah dengan ban slick.
Situasi ini tak menguntungkan Rio karena ketika ia masuk pit stop, rekan satu timnya, Max Chilton, masih mengganti ban. Alhasil, Rio harus menunggu lama di pit stop hingga Chilton selesai mengganti ban. Dalam siarang langsung yang disiarkan langsung televise SkySports, tampak Rio mengantri tepat di belakang mobil Chilton di pit stop.

Friday, July 20, 2012

GP2 Hockenheim: Feature Race, Rio Start dari P19

Hockenheim, Jumat (20/7/12). Babak kualifikasi GP2 Hockenheim, Jerman, diguyur hujan lebat. Drama 30 menit adu kencang untuk menentukan pole position itu akhirnya direbut pembalap Caterham Racing, Giedo van der Garde,  setelah mencatat waktu tercepat 1:44.022, hanya unggul 0.012 dari pembalap Lotus, James Calado. Posisi ketika direbut pembalap Racing Engineering, Fabio Leimer, dengan catatan waktu 1:44.944. 

Pembalap Indonesia, Rio Haryanto, yang tergabung di tim Marussia Carlin harus puas start dari posisi ke-19 setelah mencatat waktu tercepat 1:46.394. Sedangkan rekan satu tim Rio, Max Chilton menempati posisi start lebih baik, ke-9 dengan catatan waktu 1:45.760.

Tuesday, July 17, 2012

Bajaj Auto, Produsen Sepeda Motor Terbesar Ke-3 Dunia

Bajaj Auto makin tak tergoyahkan. Pada tahun finansial 2011, dengan penjualan sepeda motor di seluruh dunia mencapai 3,8 juta unit, Bajaj Auto dinobatkan sebagai produsen sepeda motor terbesar ketiga di dunia. Posisi pertama dan kedua di tempati oleh Honda dan Hero MotoCorp.
Direktur Utama PT. Bajaj Auto Indonesia, Tomotaka Ishikawa mengatakan pencapaian ini merupakan bukti kerja keras dan komitmen tim Bajaj di seluruh dunia. Selain tercatat sebagai produsen sepeda motor ke-3 terbesar di dunia, Bajaj Auto juga berada di jajaran produsen otomotif paling menguntungkan di dunia.